Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

LIBERALISME MENCENGKARAM KAMPUS ISLAM

Gambar
Beberapa tahun belakangan ini muncul gagasan ‘ajaib’ tentang konsep keberagamaan, yaitu Pluralisme, Sekularisme, dan Liberalisme . Hal ini timbul disebabkan adanya rasa toleransi antar agama yang berlebihan. Dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, perbedaan adalah suatu hal yang biasa dan lumrah. Pada Zaman Rasullullah pun hal tersebut pernah terjadi, yaitu pada awal periode Madinah. Pada saat itu kaum Muslimin hidup berdampingan dengan kaum musyrikin penyembah berhala, Yahudi dan Nasrani. Mereka menjalankan ibadahnya dengan caranya masing-masing. Di Indonesia saat ini, toleransi antar agama tidak lagi sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Dialog antar agama kerap dilakukan para pemuka dan cendekiawan agama, tetapi hasilnya baru sebatas menghindari perselisihan saja., tidak mencapai substansi yang mendasar. Hal ini terbukti dengan malah munculnya berbagai aliran atau isme. Dan salah satunya adalah Liberalisme. Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan fil...

Perang Ke masa Bodoh-an

Gambar
Syaikh Muhammad bin Ibrahim al Hamd : “Tidaklah kebebasan orang yang membiarkan dirinya dijerat syahwat dan esenangan, masa bodoh dengan perkara halal dan haram, dan tidak mau tahu dengan akibatnya”. Menuduh berbohong seperti berpantun. Menolak tuduhan bohong adalah reaksinya. Maka ketika banyak sekali muncul kasus-kasus besar yang menhebohkan di negeri pertiwi ini, semakin ramai dan disibukannya bangsa ini dan kita saksikan panggung untuk berbalas pantun. Dan masyarakat pun di buat binggung dengan lakon-lakon yang diperankan. Lalu apatis yang menjadi hasil kesimpulannya.

Wajah Hari Ini

Gambar
             Mahasiswa apabila didefinisikan sebagai kaum intelektual muda tentunya saat ini akan banyak pertanyaan yang mempertanyakanya. Kenapa? sebab identitas sebagai intelektual muda seakan tidak terlihat dalam diri para mahasiswa saat ini, khususnya dalam hal-hal aspek kemasyarakatan seperti sosial, politik, agama dan budaya. Dimana mahasiswa yang sering diidentikkan dengan sebutan agent of change dan iron stock , moral force atau yang lainnya yang selalu ada digarda terdepan dengan gerakan-gerakan massif dan progressifnya ternyata bersikap apatis (tidak mau tahu) dan hedonis (masa bodo h atau mementingkan diri sendi ri).

Kemenangan Itu Bermula Dari Dua Gua Sempit

Gambar
Dakwatuna.com – Paradigma kemenangan sering kali didefinisikan secara sempit sebagai sebuah hasil akhir yang diharapkan dalam mencapai sebuah tujuan. Sehingga nilai kemenangan selalu disetarakan dengan sisi-sisi yang bersifat materiil atau dapat dirasakan langsung. Padahal sebenarnya tidak selalu demikian. Persepsi ini sering dipahami oleh sebagian kelompok yang menganut paham materialistis. Sehingga ketika tujuan tidak tercapai dalam waktu yang telah direncanakan, maka sudah divonis sebagai sebuah kegagalan. Semoga kita tidak terjebak dengan persepsi sempit seperti di atas. Sebab, Kemenangan dalam perspektif Islam tidak mutlak diukur dengan tercapainya sebuah tujuan dalam waktu yang diinginkan. Maka, peristiwa hijrah menurut persepsi penulis adalah pelajaran berharga yang harus dipahami oleh setiap individu muslim dalam memahami ruang lingkup kesuksesan yang sebenarnya. Mari kita coba sedikit menganalisa fase dakwah Rasulullah saw selama 13 tahun di Mekah sebagai ...