SABTU, 22 DESEMBER 2012 14:11
REDAKSI
KUNJUNGAN: 30
PALEMBANG, BeritAnda - Sebagai upaya menghindari pengaruh laten teroris, Sabtu (22/12/2012) pagi, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Refah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang menggelar Talk Show dengan tema ‘Islam is My Way, Islam = Jihad = Radikal = Teroris?’.
Hadir sebagai pembicara acara tersebut AKBP Syafei Yahya dari Polda Sumsel yang mewakili Kapolda Sumsel dan Dr. Abdur Razzak, MA dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Palembang, serta dihadiri sekitar 140 mahasiswa/I IAIN Raden Fatah.
Dalam kesempatan pertama, Syafei Yahya mengatakan, Islam selain agama yang Rahmatan Lil’alamin, Islam juga memiliki nilai tersendiri dan akidah serta mempunyai tata nilai yang sangat berhubungan dengan alam.
“Intinya, Islam mengajarkan kepada semua orang untuk berbuat kebajikan dengan tidak merusak yang ada disekeliling kita,” jelasnya.
Sementara, Jihad dalam arti yang sebenarnya, lanjutnya,  sesuai tuntunan Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW adalah berjuang untuk diri sendiri untuk perbaikan akhlak dalam melawan hawa nafsu.
“Jadi secara umum, bahwa jihad memiliki makna membersihkan diri dari pengaruh yang tidak sesuai dengan aturan Allah (Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW -red),” terangnya.
Bila kemudian jihad diartikan dengan aksi bom bunuh diri, Syafei menerangkan, maka ada indikasi bahwa itu dilakukan karena berbalut politik atau  dilakukan oleh orang-orang di luar Islam yang memang ingin merusak Islam.
“Indikasi berbalut politik ini bisa saja dilakukan karena memang dalam rangka kepentingan politik. Sementara untuk oknum-oknum diluar Islam, ada indikasi kebencian mereka terhadap Islam,” jelasnya.
Syafei menambahkan, untuk teror sendiri sebenarnya taktik perang yang sengaja dilakukan untuk melemahkan lawan atau umum dikenal perang urat saraf (PUS). “Sifat dari PUS ini adalah dalam rangka perang pemikiran,” ungkapnya.
Sedangkan Dr. Abdur Razzak, MA menilai, bahwa, meledaknya isu terorisme sebenarnya dipicu dari peristiwa 11 September 2004 di AS, yang kemudian Presiden AS pada waktu itu George W. Bush melakukan propaganda yang bersifat provokasi.
“Bila saat ini kita sedang dalam perang pemikiran hal itu benar. Contohnya Islam sudah beberapa kali dihujat dengan berbagai cara yang dilakukan pihak barat (Yahudi) seperti film, karikatur bahkan lainnya,” paparnya.
Perlu diketahui, ujarnya, ternyata dalam ayat Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW, perbandingan antara tuntutanan kasih sayang jauh lebih banyak ketimbang pembahasan soal perang.
“Jadi sangat salah sekali bila ada ungkapan atau istilah bahwa Islam disebarkan melalui Pedang dan Kitab. Karena sesungguhnya Islam disebarkan sebagai kewajiban muslim selaku khalifah di muka bumi ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Refah IAIN Raden Fatah yang juga ketua penyelenggara, Amran Marhamid saat ditanya BeritAnda.com apa maksud diadakannya acara tersebut mengatakan, dengan adanya acara talk show ini, kami mengharapkan kawan-kawan yang hadir dapat mengetahui arti jihad yang sebenarnya, sehingga mereka secara tidak langsung dapat menilai dan mengartikan mana yang jihad sebenarnya dan mana jihad yang dilakukan hanya untuk kepentingan semata yang berkedok Islam. (Ir)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Baru

Pelantikan pengurus periode 2017