Dasar dan Nilai Ukhuwah Islamiah

Ukhuwah islamiyah

Kata ukhuwah berasal dari bahasa arab yang kata dasarnya adalah akh yang berarti saudara, sementara kata ukhuwah berarti persaudaraan. Adapun secara istilah ukhuwah islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allaah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Dengan berukhuwah akan timbul sikap saling menolong, saling pengertian dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan orang lain yang semua itu muncul karena Allah semata.

Dasar Hukum Ukhuwah Islamiyah

 QS. Al-Hujrat ayat 10       
إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
                                                                           
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat.” 
(QS al-Hujurat :10).
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allaah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara.”
(QS. Ali Imran :103).
مَثَلُ الْمُؤْ مِنِينَ فِى تَوَ ادَّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌتَدَاعَى لَهُ سَا ئِرُ ا لْجَسَدِ بِا لسَّهَرِ وَا لْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad juga merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
الْمُسْلِمُ أَخُو لْمُسْلِمِ لَايَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِى حَا جَةِ أَخَيَهِ  كَانَ اللهُ فِى حا جَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَتً مِنْ كرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة

“Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak akan menganiayanya dan tidak akan menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa ada didalam keperluan saudarany amaka Allah ada didalam keperluannya. Barangsiapa menghilangkan suatu kesukaran dari orang muslim, maka Allaah akan menghilangkan satu kesukaran-kesukaran yang ada pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allaah akan menutupu (aibnya) pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

Makna dan Nilai Ukhuwah Islamiah 
Iman merupakan dasar ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Islamiah adalah bagian dari prinsip iman. Kita sering mendapati pesan-pesan Nabi Muhammad SAW tentang aplikasi nilai ukhuwah yang disandingkan dengan kesempurnaan iman seseorang, antara lain dalam beberapa hadits berikut :


لايؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.
(HR. Bukhori dalam kitab shahihnya Bab: al-Iman no: 12 dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya Bab: Iman no: 64).

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia berkata baik atau diam.
(HR. Bukhari Muslim).

Nilai ukhuwah (persaudaraan) juga dapat dilihat dari sebutan 'Ibadullah (hamba-hamba Allah) sebagai sebutan kehormatan bagi yang bersaudara, dalam sebuah hadits Nabi saw:

..... وكونوا عباد الله إخوانا ...
Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
(HR. Bukhari no: 5605 Muslim no: 4641).

Lebih dari itu, keluhuran dan keagungan makna dan nilai ukhuwah Islam, bahwa ukhuwah bukan sekadar anjuran dan himbauan, tetapi ia merupakan perintah yang mesti ditaati. Justru itu, pelanggaran terhadap nilai-nilai ukhuwah akan berdampak pada siksa dan murka Allah, firmanNya:
(Hai orang-orang beriman, jangan suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi merka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olok), demikian para wanita jangan mereka mengolok-olok kaum wanita yang lain, (karena) boleh jadi mereka lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), jangan kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya adalah saudaramu), jangan kamu panggil dengan sebutan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.
( QS. al-Hujurat: 11 ).

Rasulullah saw bersabda:
 سباب المسلم فسوق وقتاله كفر
Menghina orang muslim adalah kefasikan, sedangkan membunuhnya merupakan kekafiran. 
( HR Bukhari, Bab Adab 5584 dan Muslim, Bab: Iman no: 97 )

بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه
Cukuplah keburukan/dosa seseorang, bahwa ia menghina saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya (citra baiknya).
(H.R Muslim Bab: al-Birr wash-shilah wal Adab no: 4650).

Seluruh perbuatan manusia dilaporkan (oleh malaikat) dalam sepekan dua kali, yakni hari Senin dan Kamis, lalu diampuni dosa setiap hamba mukmin, kecuali hamba yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya, sehingga mereka berdamai.
( HR.Muslim, Bab:al-Birr,no: 4654).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Baru

Pelantikan pengurus periode 2017