Jangan Sia-siakan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti oleh seluruh Umat Islam. Segala kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipat gandakan, apalagi jika kita menjalani ibadah puasa dengan sempurna satu bulan penuh. Ketika hari lebaran tiba, kita layaknya bayi yang baru lahir artinya bersih dari dosa. Maka kita sebagai umat Islam tidak boleh menyia-nyiakan bulan Ramadhan dengan aktifitas-aktifitas yang sia-sia.
Ada sebuah ungkapan "tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah". Hal ini bukan berarti kita menghabiskan waktu di bulan Ramadhan untuk tidur. Namun tidur yang dumaksud ialah menidurkan sifat buruk. Contohnya, jangan kita memperturutkan hawa nafsu sehingga kita bisa benar-benar memetik hikmah Ramadhan dan menjadi hamba yang bertaqwa.
Ada sebuah hadits Rasulullah:
ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ﻓُﺘِّﺤَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻏُﻠِّﻘَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺻُﻔِّﺪَﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setanpun dibelenggu.”
[HR. Bukhari Muslim]
[HR. Bukhari Muslim]
Hakikatnya kita sendirilah yang membuka pintu surga dan neraka. Yaitu membuka pintu-pintu surga dengan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Sedangkan menutup pintu-pintu neraka dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Setan memiliki kemampuan masuk ke pembuluh darah yang dapat mengalir ke tubuh. Setan juga dapat membisik-bisiki, memanas-manasi, dan membakar hati manusia supaya menuruti hawa nafsunya. Setan menyusup melalui peredaran darah untuk mengganggu mekanisme tubuh dan menguasai frekuensi gelombang otak untuk mempengaruhi sistem syaraf yang berhubungan dengan pikiran,emosi, dan gerakan. Makanya jika ada orang yang marah dengan berlebihan tidak jarang disebut kesetanan.
Nafsu yang dimiliki manusia lebih dari binatang. Coba kita lihat kasus perkosaan yang dilakukan oleh 14 remaja kepada temanya, paman memperkosa dan membunuh keponakanya sendiri, orang tua yang memperkosa anaknya dan banyak kasus lainya. Hal-hal seperti ini perlu kita waspadai. Jangan sampai islam tanggal namanya.
Sudah sepantasnya kita menjadikan Islam sebagai tuntunan hidup, agar kita tidak tersesat dan diberi petunjuk jalan yang lurus. Mari dalam momentum Ramadhan ini kita tingkatkan keimanan serta ketaqwaan untuk mendapatkan ridho Allah SWT untuk meraih surga-Nya.
Sumber: Tausiah Ustadz Muhsinin, BA.

Komentar
Posting Komentar