Tips Mengendalikan Amarah





Orang Hebat...???
"Ialah yang mampu menahan amarah"


 

Orang Hebat...???

Siapa yang nggak mau jadi orang hebat? Semua orang pastinya menginginkan menjadi orang yang hebat.

Lalu hebat itu apa sih???
Hebat itu Superman, Batman, Power Ranger. Hebat itu jagoan tinju. Hebat itu kalo cantik dan tampan. Hebat itu punya harta berlimpah. Hebat itu bisa menaklukkan semua orang di dunia. Hebat itu bisa mengusai dunia.
Hmmm, hebat sih,,, tapi......

Tapi apa?
Tapi yang di atas hebatnya nggak komplit.
Ada orang yang lebih hebat kok, siapa?

Jreng..jreng.. ini dia...
Orang hebat adalah orang yang bisa menahan amarahnya
Kebayang nggak sich.. banyak kejadian atau peristiwa yang bisa membuat kamu berpotensi untuk marah dan meluapkan amarahmu???

Saat kamu harus ke kampus pagi-pagi, tapi di kamar mandi pada ngantri atau air buat mandi kosong dan bisa bikin kamu telat. Saat kamu punya simpenan makanan, pulang ngampus mau makan, ternyata makanan kamu disikat temen kost. Saat kamu berangkat ngampus naik bis yang muatan penumpangnya membludak, kaki kamu terinjak, sepatu kamu yang kinclong harus rela kotor, nbaju kamu yang licin disetrika siap-siap aja kusut.

Semua hal di atas dan masih banyak lagi dalam kehidupan ini bisa berpotensi membuatmu marah, marah dan marah. Jadi, Orang hebat adalah orang yang bisa menahan amarahnya.

Marah atau amarah itu apa?
Marah itu adalah luapan emosi ketika sesuatu hal terjadi diluar kehendak.
Kenapa Orang hebat adalah orang yang bisa menahan amarahnya?? Bayangi aja ketika semua yang berpotensi membuatmu marah tapi kamu bisa menahannya.. kan HEBAT.

Kalo kita mau lihat contoh orang hebat yang bisa menahan amarahnya, sosok terbaik itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah hadir ditengah-tengah kejahiliyaan masyarakat Mekkah saat itu untuk mengajak mereka ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Tapi apa yang dilakukan masyarakat Mekkah? Mereka justru menghardik Rasulullah, mendustakan Rasulullah, berpaling, melemparinya dengan batu, melemparinya dengan kotoran, bahkan ada yang hendak membunuhnya hingga Rasulullah dan para sahabatnya terusir di negerinya sendiri.

Semuanya berpotensi untuk meluapkan amarah, tetapi indahnya akhlak Rasulullah telah mengajari kita betapa mulianya orang yang dapat menahan amarahnya. Sesungguhnya Rasulullah adalah orang yang paling lembut, sopan, santun, dan pemaaf kepada orang yang bersalah. Raslullah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, justru Rasulullah memberikan maaf.
Berikut beberapa dalil yang mengajurkan untuk menahan amarah:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Qs. Ali Imran: 159)

 
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Ali Imran: 134)

Disebutkan juga dalam kitab Imam An-Nawawi dalam Hadits Arba’in mengenai larangan marah:
Abu Hurairah ra. Menerangkan bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi saw., “Berilah aku nasihat.” Beliau menjwab, “Jangan marah.” Maka diulanginya beberapa kali, kemudian Nabi bersabda, “Jangan marah!” (HR. Bukhari)

Pelajaran dari hadits di atas adalah:
1.   Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
2.   Larangan marah.
3.   Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Bahkan ganjaran bagi orang yang dapat menahan amarahnya adalah surga, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah:
“La taghdob walakal jannah” (Janganlah marah, maka surga bagimu)
Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap makhluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahinya dengan siapa yang ia kehendaki” (HR. Ahmad)


Tips Mengendalikan Amarah
Kan nggak mudah mengendalikan amarah, iya emang nggak mudah, nih kita punya tips nya menurut Islam, apa aja itu?
Menutur Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akn hilang dalam diri manusia. Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika marah?

Pertama, jangan marah kecuali karena Allah. Misalnya, marah menyaksikan perbuatan haram merajalela.

Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Kemarahan dapat berujung pada pertikaian dan memutuskan silaturahim.

Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah. Ketika mengingat Allah, amarah kita bisa diredam. Karena sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Keempat, menahan dan meredam amarah bila telah muncul.

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, “jika seseorang yang marah mengucapkan ‘A’uudzubillah, niscaya aka reda kemarahannya”

Keenam, hendaklah diam dan menjaga lisan. Kerap kali ketika marah, seseorang dapat mengatakan perkataan yang tidak pantas. Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, maka hendaklah ia diam” (HR. Ahmad)

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah atau mengambil posisi yang lebih rendah. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR. Ahmad)

Kedelapan, berwudhu atau mandi. Marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. Maka wudhu, mandi dan semisalnya dapat menghilangkan amarah. “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaklah dia berwudhu” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Kesembilan, memberi maaf dan bersabar.
 
“dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (Qs. As-Syuura: 37)

Itulah kesembilan tips mengendalikan amarah. Terlihat sulit, tapi patut dicoba. Insya Allah kita termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah karena menahan amarah.  Semoga bermanfaat. Yuk menjadi orang hebat karena menahan amarah !!!

Wallahu a’lam bish shawabi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Baru

Pelantikan pengurus periode 2017