Aksi Solidaritas Peduli Palestina
Foto: Aksi Solidaritas Peduli Palestina Yang Diadakan Oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (25/7/2017).
Aksi Solidaritas Peduli Palestina yang diadakan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan atau biasa mereka menyebutnya AMPK di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (25/7/2017).
Aksi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa simpati maupun rasa empati kepada para mahasiswa, dosen, serta seluruh elemen civitas akademika akan keprihatinan keadaan yang sedang menimpa negeri Palestina yang sedang terjajah oleh tentara Israel khususnya masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds.
Aksi ini juga mengajak para kalangan civitas akademika akan pentingnya masjid Al-Aqsa bagi sejarah umat islam.
Kisah yang paling terkenal dari masjid Al-Aqsa yang pastinya soal Isra' dan mi'raj Nabi Muhammad pada tahun 620. Masjid Al-Aqsa disebut menjadi perjalanan akhir isra dari Masjidil Haram. Dari tempat ini pula Nabi Muhammad memulai perjalanan ke Sidrat Al-Muntaha atau langit lapis tujuh. Masjid Al-Aqsa pun merupakan kiblat pertama umat islam.
Kisah Salahudin Al-Ayubi saat menaklukan Yerusalem, dan menduduki masjid Al-Aqsa, dan membebaskan muslim yang di kurung, dan dibantai di dalam masjid.
Yang terpenting adalah Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto. Bahkan Bung Karno pernah berkata, "selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel."
Dalam aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa UIN Raden Fatah dari berbagai jurusan dan berbagai angkatan. Para Peserta pun nampak khidmat dan dengan semangat yang menggelora dalam mengikuti aksi solidaritas ini. Aksi dimulai dengan pembukaan, Tilawah Al-Quran, dan teatrikal yang ditampilkan oleh mahasiswa, orasi, pernyataan sikap, serta penutup yang diakhiri dengan doa bersama untuk rakyat Palestina.
Muhammad Fikri mengatakan dalam orasinya "Ini bukan yang terakhir, pastinya kami akan terus melakukan aksi. akan tetapi, kami tidak tau kapan waktunya, sampai Al-Aqsa dibebaskan, insya Allah."
Fikri menambahkan, aksi ini akan terus dilakukan, sampai masjid Al-Aqsa di Palestina benar-benar terbebaskan dari Zionis Israel. Pihaknya tidak akan berhenti menyatukan mahasiswa muslim demi menyuarakan aksi ini. "Allau akbar.. Allahu akbar.. allahu akbar" tutup nya.
Mungkin orang akan bertanya: "Apa pentingnya membela tempat yang pernah menjadi kiblat itu? Toh, sekarang ia tak lagi menjadi kiblat umat islam?" Kami menjawab, "sebegitu kecilnya penghormatanmu kepada suatu tempat yang pernah menjadi kiblat Rasulullah SAW dan para Sahabat RA ketika mereka melaksanakan shalat. Apakah sudah tidak terisi lagi dalam hatimu kecintaan kepada suatu tempat yang pernah dicintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya, karena ia merupakan kiblat pertama mereka dalam shalat?" ujar Ardi Wahyudi yang dilanjutkan dengan membacakan pernyataan sikap.

Allahu Akbar...
BalasHapus