IHSD 2018
Update blog lagi setelah sekian lama tidak posting artikel wkwk, dan hari ini LDK Refah memposting artikel tentang International Hijab Solidarity Day (IHSD) atau Hari Solidaritas Hijab Internasional, yang jatuh tepat di hari ini (4 September).
Sejarah dari Internasional Hijab Solidarity Day (IHSD) atau Hari Solidaritas Hijab Internasional bermula pada pendeklarasian oleh tokoh-tokoh muslim Eropa yang berkumpul di kota London dalam sebuah konferensi mendukung hijab pada bulan Juli 2004. Konferensi mendukung hijab ini dihadiri oleh 300 delegasi yang mewakili 102 organisasi-organisasi Inggris dan Internasional. Dan konferensi ini merupakan reaksi atas keputusan pemerintah Perancis yang menyatakan melarang hijab di institusi pendidikan dan publik.
Dari hasil konferensi itu terbentuklah Majelis untuk Perlindungan Hijab (Assembly for the Protection of Hijab). Dalam konferensi itu, para peserta merancang berbagai rencana aksi untuk membela hak perempuan muslim untuk mempertahankan busana muslim mereka, tentu saja diharapkan dapat menjadi dorongan dan inspirasi positif bagi seluruh muslim. Apalagi pada awal bulan Juli 2009 seorang muslimah asal Mesir, Marwa Al Sharbini, dibunuh oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang kota Dresden, Jerman, dimana ia saat itu sedang bersaksi mengenai penghinaan yang ia terima karena mengenakan hijab. Kematian Marwa Al Sharbini ini juga membuat Federasi Organisasi Islam Eropa pada tahun 2009 ikut mendorong semua muslim agar memperingati "International Hijab Solidarity Day (IHSD) atau Hari Solidaritas Hijab Internasional" , sedangkan Lingkaran Islam Amerika Utara menyusul merayakannya pada tahun 2010.
Sungguh menyedihkan ya Sahabat.... hijab masih belum sepenuhnya mendapat tempat, bahkan masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Perlakuan diskriminatif juga kerap disasarkan kepada kaum muslimin khususnya di negara-negara dimana muslimnya minoritas, termasuk juga kaum muslimahnya yang mendapat tantangan besar dalam memepertahankan hijabnya. Bahkan di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim seperti Indonesia pun hijab belum mendapatkan tempat sepenuhnya. Lihat saja masih banyak rumah sakit atau institusi lainnya di negeri ini yang memberlakukan larang berhijab terutama bagi tenaga perawatnya, dan hal ini masih belum menjadi perhatian para pemimpin negeri ini yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap hak-hak sipil seluruh warga negaranya. Padahal di dalam Islam menggunakan hijab itu bukan semata-mata simbol agama tapi perintah yang diturunkan Allah SWT untuk memuliakan perempuan.
IHSD pada intinya bertujuan menyemangati wanita di seluruh dunia agar tidak takut lagi menggunakan hijab di tempat umum. Selain itu memberikan dukungan bagi hijabers yang masih terintimidasi karena menggunakan hijab.
Nah, buat para muslimah khususnya di UIN Raden Fatah Palembang, tak ada salahnya ikut memberikan dukungan dengan mengenakan hijab di hari ini selama beraktivitas. dan untuk para muslimah yang masih buka-bukaan, bersegeralah kamu berhijab. Buat yang sudah nutup aurat, Istiqomahlah kamu dijalan-Nya.
Wai for LongMarch dari LDK Refah ya, stay tune ^^

Komentar
Posting Komentar