BANJIR BANDANG MENERJANG KOTA SENTANI, JAYAPURA


BANJIR BANDANG MENGHANCURKAN SEBAGIAN KOTA  SENTANI


Perhatikan dan renungkan ayat dibawah ini

"Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut yang disebabkan oleh ulah manusia, Allah menghengdaki agar manusia merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka kembali (kejadian yang benar” (Q.S Ar-Rum : 41)

          Ayat diatas menegaskan bahwa kerusakan bumi tidak lain dan tidak bukan karna ulah manusia itu sendiri, yaitu melakukan peperangan diluar koridorator syariat Allah, dalam peperangan ini manusia membunuh manusia yang oleh Allah dilindungi hak hidupnya, bahkann merusak segala tatanan alam yang ada saat ini.
         kebanyakan manusia yang hidup di masa sekarang, hanya menjadikan barometer dalam menilai hal-hal yang terjadi disekitarnya dengan perkara yang lahir nampak pada pandangan mereka, sebagai akibat dari kuatnya dominasi terhadap nafsu dan kecintaan pada duniawi.
           Fenomena-fenomena alam sudah kerap terjadi akhir-akhir ini dari banjir bandangm gunung berapi, tanah longsor, kecelakaan yang mengundang maut sekalipun, semua itu Allah berikan sebagai peringatan untuk kita semua. Meskipun fenomena itu karap terjadi manusia masjih saja berbuat ulah, kapan kah menyadarinya? apakah sampai nanti hari kiamat menghapiri kita atau hari kematian sudah bersama kita mau sadar kah?
        Pada Sabtu,16/03/19 sore hingga malam hujan yang lebat melanda kawasan Sentani, Jayapura. Sehingga mengakaibatkan pohon-pohon yang tumbang, palung sungai yang ada disekitar tidak bisa menampung. Setelah 8 jam hujan lebat, mengakibatkan curah hujan mencapai 235,1 mm/jam (hujan Ekstrim), sehingga dengan hal ini menyembabkan kawasan Santani Banjir Bandang dengan material kayu bergelondangan, batu sindimen banyak di alurkan ke ilirnya, kemudian 9 kelurahan dikecamatan Sentani.
      Pada Minggu, 17/03/19 Pukul 08.00 WIT- 17.00 WIT setelah diterjang banjir tadi malam sejumlah petugas melakukan Evakuasi, hasilnya petugas menemukan 63 orang yang tercatat saat ini, ada 4 ribuan warga mengungsi, 350-an bangunan banyak mengalami kerusakan, hingga kini tim gabungan masih membersihkan jalandan pencarian korban yang hilang
          Menurut BPBD Provinsi Papua, bencana banjir bandang menerjang 4 kelurahan di Distrik Sentani, yaitu kelurahan Hinekombe, Dobonsolo, Sentani Kota, dan Doyo Baru. Pada sabtu malam banjir bandang membawa material lumpur, pasir, dan pohon. Empat posko pengungsian yang dilengkapi dapur umum, diidirikan untuk menampung
korban banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura.
       Tim Evakuasi berhasil menemukan bayi umur 5 bulan suku asli Papua, yang sudah terjebak banjir selama 6 jam, posisinya yang terjepit kayu runtuhan rumah kemudian warga menyelamatkannya dnegan dua buah gergaji untuk memotong kayu yang menjepit badan bayi. Bayi tersebut dikeluarkan dnegan keadaan selamat, dan saat ini dibawa ke puskesmas Sentani, hingga saat ini belum berhasil mengetahui keberadaan orang tuanya.
           Saudara/i ku khususnya yang saat ini membaca tulisan ini, banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Banjir Bandang yang sudah terjadi, dari sini kita mengerti banyak hal bahwa memelihara alam itu penting, karena pada dasarnya kita tidak akan tau apa yang akan terjadi 1 menit, 1jam, bahkan 24 jam kedepan kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya, akan tetapi saudara/i ku kita harus siap dengan apa yang terjadi mau baik dan buruk itu adalah ketetapan Allah yang harus kita terima dengan lapang dada. Selagi kita masih bisa untuk menjaga alam yang indah ini, maka jaga lah sebaik-baik mungkin sebelum Allah murka. maka dari itu bersiap-siap lah untuk segala kondisi yang kita terima. Setiap Fenomena yang sudah terjadi Allah selalu memberikan hikmah karena Allah tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia atau tanpa Alasan, LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) REFAH mengucapakan Semoga saudara/i selalu Allah berikan kesabaran dan ketabahan.
                                   
                       “MEMBENTUK GENERASI RABBANI, MEWUJUDKAN KAMPUS ISLAMI”
    
Oleh : LDK REFAH
 Palembang, 18 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Baru

Pelantikan pengurus periode 2017