LAGI-LAGI BARAT BERULAH
Sahabat
Refah. Bagi umat Islam, sosok Nabi Muhammad saw adalah sosok yang suci
(mashum), sangat dihormati, dan lebih dicintai oleh seorang mukmin sejati,
dibandingkan diri, keluarga, harta, dan bahkan nyawanya sekali pun. Muhammad
saw merupakan sosok yang namanya paling banyak disebut oleh manusia. Lidah
orang mukmin hampir tiada pernah kering menyebut namanya, tanda cinta dan
hormat kepada sosok manusia pilihan Allah; Nabi terakhir, Nabi akhir zaman,
yang ucapan, tindakan, dan seluruh perilakunya adalah suri tauladan bagi orang
mukmin. “Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu.”
Di
tengah kekhusyukan kaum Muslim memuji dan membaca shalawat untuk Sang Nabi saw
itulah, tiba-tiba kaum Muslim disengat berita yang sangat biadab dan keterlaluan.
Nabi Muhammad dilecehkan oleh kaum kafir. Nabi yang mulia dijadikan sebagai
bahan mainan, bahan tertawaan, dan bahan ejekan. Sebenarnya kasus ini sudah
terjadi bulan September 2005, tetapi hingga Februari 2006, kasus ini masih
terus bergulir dan masih menimbulkan perasaan pedih di hati umat, sehingga
menyulut semangat jihad melawan sebuah kezaliman yang teramat sangat.
Akhir
September 2005, Muslim di Denmark dikejutkan oleh harian terlaris di Denmark,
Jyllands-Posten edisi 30 September, yang memuat 12 gambar kartun yang sangat
menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw. Dalam salah satu kartu digambarkan
Nabi tampil dalam sorban yang bentuknya mirip bom yang dipasang pada bagian
kepalanya. Tentu, maksudnya, si pembuat kartun berusaha menggambarkan Nabi
terakhir itu sebagai sosok teroris. Pada kartun lain, Nabi saw digambarkan
sedang berteriak kepada sejumlah orang, “Berhenti, kita sudah kehabisan
perawan!”
Tentu
saja kartun-kartun itu merupakan sesuatu tindakan yang sangat biadab. Menyimak
kartun-kartun yang beredar di berbagai jaringan internet itu, kita bisa
menyimpulkan, bahwa para penulis kartun dan media tersebut, bukan melakukan
tindakan itu tanpa kesengajaan. Mereka jelas sangat sengaja melecehkan umat
Islam dengan menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw.
Puncaknya,
pada tahun 2012 ini. Film “Innoncence of muslim” adalah bukti kuat
bahwa betapa bencinya bangsa Israel terhadap Islam.Tak hanya penyerangan yang
dilakukan terhadap umat muslim ditanah Gaza,pembantaian diPalestina,dan
penyerangan lainnya yang tak kunjung terselesaikan.Bahkan pemerintah dunia PBB
tak mampu untuk menghentikan penyerangan ini. Seolah terlihat bahwa umat Islam
adalah bangsa terlemah.Terus berlarut kebencian umat ini terhadap Islam semakin
menjadi-jadi dengan dikeluarkan film “Inncocence of Muslim”.
Innocence
of muslim adalah sebuah film besutan Sam Bacile keturuanan
Israel-Amerika. Pria itu dikenal sebagai seorang pengembang real estate di
negara Paman Sam itu. Film tersebut memang sengaja dipersiapkannya. Ia yakin
dengan peluncuran film itu akan membantu tanah kelahirannya, Israel. Biaya
film diperoleh dari sumbangan umat yahudi,mencapai USD 5 juta dan berasal dari
sejumlah donatur penganut Yahudi yang enggan dia sebutkan identitasnya.(detik.com)
Film
kontroversial yang telah memicu kemarahan di dunia Islam diproduksi oleh
seorang warga Israel-Amerika yang anti-Islam. Harian Wall Street Journal
melaporkan pada hari Selasa (12/9) bahwa warga Israel-Amerika Sam Bacile telah
menggarap dan memproduksi film yang berisi penghinaan tersebut. Bacile adalah
pengembang perumahan yang tinggal di selatan California dan merupakan musuh
bebuyutan Islam. Dia memproduksi film itu dengan memperoleh bantuan finansial 5
juta dolar dari Yahudi. Bacile mengaku ia mendapatkan uang melimpah itu dari 100
orang pendonor Yahudi, yang menolak namanya disebut. Bersama 60 aktor dan 45
kru, ia mengatakan telah membuat film berdurasi dua jam itu dalam waktu tiga
bulan. Film berjudul "Innocence of Muslims," itu digarapnya tahun
lalu di California.
Ringkas
cerita mengenai Film “Innocence of Muslim”
Film
ini mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad.Dalam film ini dibumbui dengan
tema pedofil dan homoseksualitas. Menceritakan Nabi Muhammad SAW sebagai maniak
seks dan suka meniduri banyak wanita yang suaminya meninggal dunia.Secara
keseluruhan, film ber-budget rendah ini menggambarkan kehidupan umat muslim
sebagai manusia tak bermoral dan sarat dengan kekerasan. Jika dilihat dari segi
kostum yang sangat amatir, kemudian lengkap dengan dialog-dialog
langsung, interaksinya, dan berbagai hal lain yang tidak patut diutarakan dalam
media dan backdrop palsu, film ini sama sekali tidak menarik perhatian.Tapi
dampak yang ditimbulkan oleh film ini telah memicu protes diberbagai belahan
dunia bahkan menimbulkan korban jiwa.
Lantas
sampai kapan Barat dan medianya belajar untuk menghargai dan saling membina
Toleransi, sedang mereka paling kencang berteriak Hak asasi dan Demokrasi. Kita
sebagai muslim harus pandai-pandai menyikapinya criters tidak boleh terpancing
dan terpecah belah karena hasutan mereka, karena tujuan mereka adalah membuat
kita hancur..(15/09/12)
Sahabat
Refah. Bagi umat Islam, sosok Nabi Muhammad saw adalah sosok yang suci
(mashum), sangat dihormati, dan lebih dicintai oleh seorang mukmin sejati,
dibandingkan diri, keluarga, harta, dan bahkan nyawanya sekali pun. Muhammad
saw merupakan sosok yang namanya paling banyak disebut oleh manusia. Lidah
orang mukmin hampir tiada pernah kering menyebut namanya, tanda cinta dan
hormat kepada sosok manusia pilihan Allah; Nabi terakhir, Nabi akhir zaman,
yang ucapan, tindakan, dan seluruh perilakunya adalah suri tauladan bagi orang
mukmin. “Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu.”
Di
tengah kekhusyukan kaum Muslim memuji dan membaca shalawat untuk Sang Nabi saw
itulah, tiba-tiba kaum Muslim disengat berita yang sangat biadab dan keterlaluan.
Nabi Muhammad dilecehkan oleh kaum kafir. Nabi yang mulia dijadikan sebagai
bahan mainan, bahan tertawaan, dan bahan ejekan. Sebenarnya kasus ini sudah
terjadi bulan September 2005, tetapi hingga Februari 2006, kasus ini masih
terus bergulir dan masih menimbulkan perasaan pedih di hati umat, sehingga
menyulut semangat jihad melawan sebuah kezaliman yang teramat sangat.
Akhir
September 2005, Muslim di Denmark dikejutkan oleh harian terlaris di Denmark,
Jyllands-Posten edisi 30 September, yang memuat 12 gambar kartun yang sangat
menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw. Dalam salah satu kartu digambarkan
Nabi tampil dalam sorban yang bentuknya mirip bom yang dipasang pada bagian
kepalanya. Tentu, maksudnya, si pembuat kartun berusaha menggambarkan Nabi
terakhir itu sebagai sosok teroris. Pada kartun lain, Nabi saw digambarkan
sedang berteriak kepada sejumlah orang, “Berhenti, kita sudah kehabisan
perawan!”
Tentu
saja kartun-kartun itu merupakan sesuatu tindakan yang sangat biadab. Menyimak
kartun-kartun yang beredar di berbagai jaringan internet itu, kita bisa
menyimpulkan, bahwa para penulis kartun dan media tersebut, bukan melakukan
tindakan itu tanpa kesengajaan. Mereka jelas sangat sengaja melecehkan umat
Islam dengan menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw.
Puncaknya,
pada tahun 2012 ini. Film “Innoncence of muslim” adalah bukti kuat
bahwa betapa bencinya bangsa Israel terhadap Islam.Tak hanya penyerangan yang
dilakukan terhadap umat muslim ditanah Gaza,pembantaian diPalestina,dan
penyerangan lainnya yang tak kunjung terselesaikan.Bahkan pemerintah dunia PBB
tak mampu untuk menghentikan penyerangan ini. Seolah terlihat bahwa umat Islam
adalah bangsa terlemah.Terus berlarut kebencian umat ini terhadap Islam semakin
menjadi-jadi dengan dikeluarkan film “Inncocence of Muslim”.
Innocence
of muslim adalah sebuah film besutan Sam Bacile keturuanan
Israel-Amerika. Pria itu dikenal sebagai seorang pengembang real estate di
negara Paman Sam itu. Film tersebut memang sengaja dipersiapkannya. Ia yakin
dengan peluncuran film itu akan membantu tanah kelahirannya, Israel. Biaya
film diperoleh dari sumbangan umat yahudi,mencapai USD 5 juta dan berasal dari
sejumlah donatur penganut Yahudi yang enggan dia sebutkan identitasnya.(detik.com)
Film
kontroversial yang telah memicu kemarahan di dunia Islam diproduksi oleh
seorang warga Israel-Amerika yang anti-Islam. Harian Wall Street Journal
melaporkan pada hari Selasa (12/9) bahwa warga Israel-Amerika Sam Bacile telah
menggarap dan memproduksi film yang berisi penghinaan tersebut. Bacile adalah
pengembang perumahan yang tinggal di selatan California dan merupakan musuh
bebuyutan Islam. Dia memproduksi film itu dengan memperoleh bantuan finansial 5
juta dolar dari Yahudi. Bacile mengaku ia mendapatkan uang melimpah itu dari 100
orang pendonor Yahudi, yang menolak namanya disebut. Bersama 60 aktor dan 45
kru, ia mengatakan telah membuat film berdurasi dua jam itu dalam waktu tiga
bulan. Film berjudul "Innocence of Muslims," itu digarapnya tahun
lalu di California.
Ringkas
cerita mengenai Film “Innocence of Muslim”
Film
ini mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad.Dalam film ini dibumbui dengan
tema pedofil dan homoseksualitas. Menceritakan Nabi Muhammad SAW sebagai maniak
seks dan suka meniduri banyak wanita yang suaminya meninggal dunia.Secara
keseluruhan, film ber-budget rendah ini menggambarkan kehidupan umat muslim
sebagai manusia tak bermoral dan sarat dengan kekerasan. Jika dilihat dari segi
kostum yang sangat amatir, kemudian lengkap dengan dialog-dialog
langsung, interaksinya, dan berbagai hal lain yang tidak patut diutarakan dalam
media dan backdrop palsu, film ini sama sekali tidak menarik perhatian.Tapi
dampak yang ditimbulkan oleh film ini telah memicu protes diberbagai belahan
dunia bahkan menimbulkan korban jiwa.
Lantas
sampai kapan Barat dan medianya belajar untuk menghargai dan saling membina
Toleransi, sedang mereka paling kencang berteriak Hak asasi dan Demokrasi. Kita
sebagai muslim harus pandai-pandai menyikapinya criters tidak boleh terpancing
dan terpecah belah karena hasutan mereka, karena tujuan mereka adalah membuat
kita hancur..(15/09/12)

Komentar
Posting Komentar