LDK IAIN Raden Fatah Kecam Pemerintah Myanmar


PALEMBANG, BeritAnda - Organisasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IAIN Raden Fatah Palembang melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur (BAM) terkait kecaman aksi kekerasan oleh Pemerintahan Myanmar kepada etnis-etnis muslim Rohingnya.
Dalam aksi ini diikuiti puluhan mahasiswa LDK  IAIN Raden Fatah Palembang, Senin (30/7/2012), pukul 16.00 wib.
Koordinator Aksi, Amran Marhamid, dalam orasinya mengatakan bahwa organisasi LDK IAIN Raden Fatah Palembang mengecam aksi kekerasan dan pembantaian yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada etnis muslim Rohingya.

“Pemerintah Myanmar hingga saat ini menolak untuk memberikan hak kewarganegaraan terhadap etnis Rohingya dan mengklafikasikan sebagai warga negara illegal, dimana berdasarkan sejarah mencatat sebagai etnis Rohingnya sudah hidup sekitar 3,5 abad, sehingga bagaimana mungkin Pemerintah Myanmar tidak memberikan hak sebagai warga negara yang sah,” katanya.

Puncak dari kekejaman Pemerintah Myanmar pada 11 Juli 2012 kemarin, setidaknya 78  (tujuh puluh delapan) orang tewas dan sedikitnya 40 (empat puluh) perempuan diperkosa. “Saat ini warga Rohingya berada di kamp pelarian di lima wilayah di Myanmar,” jelasnya.

Dalam aksi ini, LDK IAIN Raden Fatah Palembang menyatakan sikap dengan meminta kepada Pemerintah Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunai  serta berperan besar di ASEAN untuk dapat bertindak. “Jika perlu dengan ancaman untuk mengeluarkan Myanmar dari ASEN. Karna hal tersebut merupakan bentuk penjajahan yang tidak sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan Pancasila,” pungkasnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Baru

Pelantikan pengurus periode 2017