MENGUKIR DI ATAS BATU (Pentingnya Pendidikan Agama Bagi Anak)
Assalammu’alaikum wr.wb
Konon,….anak adalah kertas putih yang akan dituliskan oleh para orangtua,….hitam, putih, merah atau abu-abu kah mereka, orangtua punya andil besar dalam menuliskannya…….
Ada perumpamaan yang mengatakan bahwa belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, dan belajar sesudah dewasa bagai mengukir diatas air. Perumpamaan ini juga merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thabarani dalam Mu’jam Al Kabir. Hadist dan perumpamaan ini menganjurkan supaya kita mendidik dan mengajarkan anak anak kita sejak dini, karena sejatinya manusia dilahirkan dalam kondisi yang sangat lemah dan tidak berdaya, untuk bisa hidup normal dia sangat bergantung kepada kedua orangtuanya, selain susu dari ibunya setiap manusia juga membutuhkan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan untuk melanjutkan hidupnya.
Kecenderungan potret kehidupan keluarga zaman sekarang sebagian lebih mementingkan pendidikan duniawi pada anak ketimbang memikirkan pendidikan agama bagi anak anaknya. Itu tidak bisa dipungkiri karena para orangtua takut jikalau anak mereka tidak dapat bersaing dalam mencari pekerjaan untuk masa depannya. Tidak dapat dipungkiri pula kemajuan teknologi menimbulkan persaingan yang sangat ketat masa ini, yang mengharuskan kita para orangtua wajib membekali diri anak anak kita dengan ilmu dan skill yang memadai, tetapi kemudian apakah kita mengesampingkan pendidikan moralnya ? ….
Agama sangatlah penting untuk pedoman hidup kita, karena pendidikan agama bisa membuat kita lebih bisa menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, karena dalam pendidikan agama berisi tentang aturan-aturan kehidupan dan pengendali dari dari perbuatan keji dan mungkar. Sutarno (2006:1.40) memberikan penjelasan bahwa “nilai-nilai keagamaan akan merupakan landasan bagi anak untuk kelak menjadi orang yang dapat mengendalikan diri terhadap hal-hal yang bersifat negative”.
Dan hendaknya pula bagi orang tua khususnya dan juga bagi kita semua untuk menegur sang anak apabila dia membaca sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, terlebih lagi apabila dia membaca hal-hal yang tidak pantas untuk dia baca. Dan juga hendaklah kita selalu berusaha untuk menghadirkan atau memberikan buku-buku bacaan yang bermanfaat bagi sang anak, karena hal itu bisa menambah keilmuan sang anak dan juga bisa menghindarkan sang anak dari membaca bacaan-bacaan yang tidak bermanfaat.
Kemudian tidak kalah pentingnya juga adalah mengajari sang anak untuk menegakkan sholat karena sholat merupakan tiang agama. Dan sholat ini merupakan pembeda antara seorang yang muslim dan yang kafir. Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika sudah berumur tujuh tahun, dan pukullah (jika mereka enggan) ketika sudah berumur sepuluh tahun.” (HR. Ahmad dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya)
Dan kita lihat sekarang ini, banyak diantara anak-anak kaum muslimin yang mereka meninggalkan sholat. Mereka sibuk bermain kesana kemari atau dengan hal – hal yang lainnya. Ini adalah diantara akibat sang anak tidak dididik semenjak kecilnya untuk mengerjakan sholat sehingga tatkala telah besar mereka pun dengan mudah meninggalkan sholat.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk memperhatikan pendidikan agama bagi anak-anak kita. Dan disana masih banyak lagi hal-hal penting yang sudah sepantasnya diajarkan kepada sang anak semenjak dia kecil. (Wallahualam bishowab,) Wassalammu’alaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar